TEMU KANGEN ANGKATAN XI/2002 SKMA UJUNG
PANDANG
Makassar
(04/04,) temu kangen angkatan XI SKMA Ujung Pandang dilaksanakan di
Makassar-Maros tepatnya pada tanggal 25 sampai dengan 27 Maret 2016.
Kegiatan
temu kangen dilakukan di SKMA Ujung Pandang yang sekarang ini berubah menjadi
SMK Kehutanan Negeri Makassar melalui ramah tama dengan Pembina SKMA. Acara
lanjutan dilaksanakan di Maros Water Park yang berada di sekitar kawasan Taman
Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Reuni
perdana angkatan kedua terakhir ini mengusung tema The Family Camping. Tak heran sebagian besar teman-teman mengajak
keluarga dalam rangkaian temu kangen ini.
Ajakan
reuni bermula ketika seorang yang yang menjadi ketua osis semasa sekolah dulu
bertugas di Kota Makassar. Beliau adalah saudara Hamka, yang sebelumnya
bertugas di Mangkutana Palopo.
Rencana
ajang reuni yang digagas sekaligus
sebagai obat pelipur lara dikala beberapa tahun silam acara reuni yang
sejatinya terlaksana, namun karena suatu dan lain hal sehingga tidak terwujud sesuai
dengan rencana. Padahal planning sudah matang hingga iuran reuni sebagian besar telah
dikumpulkan. Tapi sudah lah..itu masa lalu. Mari kita buka lembaran baru.
Bermula
dari grup WhatsApp (WA), menjadi awal mula komunikasi dengan teman-teman seangkatan
yang menyebar dari ujung Sumatera hingga Papua Barat. Bermula saling menyapa, tanya
kabar, hingga baku gara menjadi awal terjalinnya silahturahim walau hanya
melalui dunia maya. Berasa dekat, feel
senasib sepenanggungan mulai hadir.
Lama-kelamaan
mulailah sentilan satu dua orang untuk ajak reuni, melepas kerinduan yang
selama ini memendam. Ya.. tak dipungkiri beberapa teman ada yang tak pernah
bersua sejak berpisah tahun 2002. Tak sedikit juga teman yang penasaran seperti
apa wujud teman seperjuangan setelah berpisah sejak kelulusan.
Pada
akhirnya mulailah inisiatif membentuk tim kecil sebagai panitia persiapan reuni
Angkatan XI. Mulai mendiskusikan kapan, di mana, siapa target utama peserta
reuni, seperti apa agenda reuni hingga berapa duit yang harus dikumpulkan untuk
mendukung terlaksananya kumpul bersama ini.
Panitia
persiapan reuni yang ditujuk adalah teman-teman yang berdomisili di sekitar
Makassar. Hal ini cukup beralasan untuk memudahkan komunikasi dalam tim dalam merumuskan
konsep dan persiapan yang dibutuhkan. Tim kecil ini terdiri dari Hamka,
Ferdinan, Yunus, Syachrir, Rahmat, dan Taufiq. Sesekali tim kecil ini dibantu
teman lainnya seperti halnya Irwan, Tigor, Dadang, dan Ridwan dalam beberapa
sesi pertemuan. Tim kecil ini pun mulai bekerja.
Ternyata
tak mudah mengatur dan mengakomodir keinginan teman-teman seangkatan yang
menjadi calon peserta reuni dalam memutuskan hal-hal yang dibutuhkan dalam
acara yang dinanti-nanti.
Contoh
kecilnya penentuan model baju reuni yang akan dipesan. Begitu sengit pergulatan
hingga berkat berkat jiwa kepemimpinan dari Pak Ketua yang mampu meredam dan
luwes mengakomodir kemauan teman-teman.
Satu
pesan dari pak ketua yang selalu ditekankan pada beberapa kali pertemuan yakni
agar teman-teman panitia senantiasa menahan diri dan tidak mudah terpancing
dalam mengurus persiapan acara bersama ini.
Pertemuan
makin rutin dilaksanakan menjelang satu bulan terkhir deadline acara dinanti. Pertemuan dilakukan di sela-sela kesibukan
teman-teman panitia, tak jarang pertemuan dilakukan di saat weekend. Lokasi pertemuan pun dilakukan
secara bergiliran. Mengingat pengalaman saat meeting di café, kurang bebas karena terkadang diselingi canda tawa
yang berlebihan. Kadang di rumah pak ketua, bu Nani, dan pak Toto pertemuan
dilakukan, namun pada akhirnya pertemuan lebih sering dilaksanakan di rumah
Papa Wesley. Mengapa hal ini terjadi mengingat Papa dua anak ini susah diajak
keluar rumah sehingga solusinya kami yang mendatanginya. Tak tahu apa
alasannya..he
Sesekali
acara pertemuan ini dibumbuhi agenda bakar ikan bersama untuk menambah semangat
berdiskusi. Terima kami haturkan kepada keluarga Astoto yang selalu dengan
senang hati menjamu, apalagi coklat susu spesialnya menjadi menu favorit sang
penulis.
Pada
akhirnya tiga minggu sebelum acara berlangsung persiapan mulai dimatangkan.
Peninjauan lokasi, pemesanan baju hingga konfirmasi kehadiran teman
dioptimalkan. Hasil konfirmasi teman-teman yang ingin datang sangat besar
membuat panitia makin semangat menyiapkan keperluan yang dibutuhkan demi
suksesnya agenda special ini.
Saat
yang dinanti pun tiba, akhir Maret adalah waktu yang disepakati panitia yakni
tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2016. Long
weekend mengingat hari Jumat adalah peringatan paskah.
Hari
Kamis (24/03) beberapa teman pun telah tiba di Makassar. Karena sudah janjian dengan panitia mereka
pun dijemput satu demi satu terutama yang menggunakan pesawat terbang.
Jemputan
yang menarik adalah bro Sahudin yang menggunakan Kapal Pelni dari Pulau
Sumbawa, NTT. Mengulang history kurang
lebih 16 tahun lalu ketika datang dan pulang kampung menggunakan kapal
penumpang ini. “bagai kembali ke masa-masa sekolah dulu, naik kapal melewati
pulau-pulau dan deras ombak selama perjalanan” tuturnya.
Hari
pertama temu kangen, agenda hari Jumat kala itu ba’da sholat Jumat sesuai
undangan untuk mengikuti ramah tamah dengan Pembina SKMA yang dilaksanakan di
auala SMKK.
Pembina
yang turut hadir diantara Pak Tandi, Ibu Rosdiana, Bu Qalbi, Bu Andriani, dan K
Ilyas dan beberapa Pembina lainnya. Juga turut hadir Undangan Ketua Ika Pengda
Sulsel dan Kang Aziz.
Acara
ramah tamah berlansung sederhana dan khidmad. Dipandu oleh wakil ketua osis,
Mr. Roni Jaya Budiman yang sangat supel dalam mengalirkan susunan acara.
Beberapa
sambutan dalam rangkaian acara silaturahmi ini. Yang pertama membawakan
sambutan adalah Kanda Muhamra Gusra selaku ketua Ika Pengda Sulsel. Dalam
sambutannya beliau menyiratkan pesan untuk selalu kompak dan saling mendukung
dalam mencapai kesuksesan bersama. “makan nd makan asal kumpul, untung hari ini
kita kumpul dan makan bersama” begitulah sesekali guyonannya dalam sambutan
beliau.
Sambutan
kedua disampaikan oleh Ibu Rosdiana. Beliau adalah ibu kami selama sekolah.
Beliau selalu meluangkan waktu untuk memperhatikan siswa-siswi baik di dalam
kelas maupun di asrama. Menurutnya penampilan alumni2 sudah berubah total.
“banyak yang saya tidak kenal lagi, jadi waktu salaman tadi saya minta untuk
sebut namanya” ungkapnya.
Ibu
Andriani selaku wali kelas B sekaligus mantan Kepsek SMKK Negeri Makassar turut
memberi sambutan. Beliau menceritakan bagaiman perjalanan SKMA yang sekarang
menjadi SMKK. beliau juga bercerita panjang lebar bagaiman perjuangannya hingga
SMKK bisa menyandang ankreditasi A yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.
Beliau
juga menuturkan pengalamannya saat bertemu alumni-alumni yang berada di UPT
atau dinas-dinas terutama yang bertugas di luar Sulawesi Selatan. Pada
kesempatan tersebut bu Ani sapaan akrab beliau, tak lupa memimpin untuk
mengirim doa kepada Pembina yang telah mendahului, Pak Saing dan Bu Dewi. Mari
kita kirimkan doa kepada beliau..Alfatiha..
Acara
ramah tamah hari itu bagi teman-teman sangat berkesan. Menyanyikan Mars
Rimbawan satu angkatan dan dilakukan di aula kebanggaan. Jika mau diflashback pertama kali menyanyikan lagu
kebanggaan ini di aula, saat masih kelas 1 dalam acara pembinaan mental. Waktu
itu jika masih kelas 1, tidak dibolehkan duduk selama acara melainkan harus
berdiri di sisi kiri dan kanan. Yang boleh duduk hanya kelas 2 dan 3 dimana
acara berlangsung antara 2 – 3 jam. Betapa kerasnya betis saat itu mendengarkan
wejangan Pembina sambil berdiri.
Setelah
selesai acara ramah tamah ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Saudara
Hidayat S yang cukup menggetarkan hati.
Selanjutnya
agenda temu kangen ini dilanjutkan ke Maros Water Park. Lokasinya sekitar 30 km
dari green campus. Mobilitas peserta
reuni pun difaslitasi panitia. Mobilitas menuju lokasi reuni terjadi sedikit accident.
Kejadian
ini tak sepenuhnya disadari driver.
Kejadiaannya saat di pertigaan Pasar Batangngase Maros, avanza hitam yang
ditunggangi peserta reuni diserempet mobil kijang open cap di sisi kiri. Namun karena saat itu lagi macet sehingga
konsen vokalis “The Teroris Band” sedikit terpecah. Berjarak sekitar 2 km dari
TKP driver baru menyadari jikalau ada
yang tidak beres dengan kendaraan mereka. Bamper bagian depan terlepas hingga
hampir menyentuh aspal. Kendaraan roda 4 ini pun mulai menepi dan mengecek
kerusakan yang terjadi. Karena kerusakannnya masih skla kecil driver pun membetulkannya sendiri.
Dengan menggunakan lakban, bamper pun dieratkan sehingga perjalanan pun bisa
dilanjutkan menuju Dusun Pattunuang.
Jumat
sore tepat pukul 17.00 WITA peserta reuni Alhamdulillah telah tiba dengan selamat
di lokasi temu kangen, Maros Water Park. Satu yang menjadi perhatian
teman-teman saat hampir tiba di dusun ini, yakni jaringan seluler. Yaa..
sekitar satu kilo meter sebelum water park handphone mereka tak mampu lagi
menangkap signal, Telkom*** sekalipun.
Bagi
panitia hal ini menjadi nilai plus bagi kualitas kesuksesan temu kangen perdana
ini. teman-teman tak bergantung lagi pada gadget
super canggih mereka. Sehingga bisa berfokus pada acara kumpul bersama ini.
bernostalgia masa-masa indah selama jadi siswa di SKMA Ujung Pandang.
Cerita
lucu, canda tawa yang bahannya dari kisah-kisah klasik selama sekolah dulu. Tak
jarang satu atau dua orang menjadi bahan bullyan
dalam setiap stand up comedy ala
teman angkatan ini tuk memancing tawa kawan lainnya. Teman yang jadi korban bully pun turut terbawa suasana
mengingat kejadian yang dibawakan hingga tawa pun terpecah.
Teman
seangkatan dalam SKMA ada saudara senasib sepenanggungan. Karena selama 3 tahun
bersama menjani kehidupan asrama baik pahit maupun manis dirasakan bersama.
Malam
pertama sesuai agenda panitia adalah acara bebas mengingat beberapa teman
datang dari lokasi yang jauh. Sehingga teman-teman dipersilahkan untuk
istirahat lebih dulu jika mau. Namun karena baru ketemu dan berkumpul bersama
sehingga mereka enggan untuk istirahat.
Malam
itu peserta reuni dihibur oleh orgen yang disediakan oleh Maros Water Park.
Namun karena kurang maksimal seorang kawan pun mengeluarkan amunisinya berupa
perangkat karaoke pc. Dilengkapi proyektor sehingga tampilan layarnya dapat
diperbesar. Karaoke live pun tersaji
layaknya karaoke komersil bahkan lebih. Belum lagi vokalis yang silih berganti
dari teman-teman seangkatan menambah meriahnya acara malam itu.
Pagi
itu matahari menampakkan sinarnya dari balik tebing karst yang menjulang.
Teman-teman bersiap diri mengikuti jadwal panitia yakni outbond. Outbond ini
dipimpin oleh tim SAR Outbond Makassar yang lebih pagi menyiapkan peralatan dan
perlengkapan outbond.
Kegiatan
ini sangat dinikmati oleh para alumni, hal ini terlihat dari antusias dan
partisipasi dalam setiap game yang dimainkan.
Game yang disajikan
menguji kekompakan, kerjasama, dan kesabaran. Ini merupakan satu suguhan yang
akan terngiang di benak para peserta reuni setelah kembali ke tempat tugas
masing-masing.
Sampai
menjelang Dzuhur game yang dimainkan
dalam outbond ini baru berakhir.
Menyalanya api pada obor sebagai puncak kesuksesan dari kekompakan para gamers.
Tak
lupa sesi pengambilan gambar dan video seangkatan pun dilakukan sebagai
kenangan dan bukti temu kangen ini.
Setelah
makan siang diagendakan panitia untuk acara bebas. Sebagian besar peserta reuni
memanfaatakan untukmandi-mandi di water boom yang berada di bagian
belakang cottage. Seluncuran adalah
menu favorite yang dinikmati. Pada
wahana ini terjadi insiden kecil, dimana La Emi yang terjungkal dalam arena
seluncuran karena menggunakan satu ban untuk 2 orang. Kelopak mata bagian atas
Saudara kita yang bertugas di Palu ini mengalami luka memar dan sedikit
tergores. Pertolongan pertama pun dilakukan teman-teman dengan menggunakan obat
yang dibawa teman lainnya.
Malam
pun tiba. Acara yang diusung panitia adalah malam diskusi. Dalam agenda ini
dibahas beberapa hal diantaranya rencana reuni berikutnya dan pembahasan
penanganan masalah yang dihadapi teman-teman seangkatan.
Melalui
diskusi yang cukup panjang dan alot menghasilkan keputusan bahwa reuni
berikutnya akan dilaksanakan di Lombok pada tahun 2020. Malam itu juga dibahas
iuran yang harus dipenuhi demi terselenggaranya reuni ke dua ini. Adapun
nilainya sebesar Rp. 20.000,- per bulan dan akan diangsur selama kurun waktu 4
tahun (2016 s.d 2020). Adapun mekanisme secara detailnya akan dibahas lebih
lanjut pada grup WhatsApp angkatan.
Agenda
kedua yang tidak kalah pentingnya adalah problem
solution seangkatan. Yang menjadi hangat dibicarakan adalah masalah yang
dihadapi saudara kita Lalu Gede Wiryadi (LGW). Beliau terancam dikenakan sanksi
indisipliner kategori berat. Beberapa solusi mulai ditawarkan teman-teman, yang
pada intinya harus dimulai dulu dari bro LGW nya, apakah dia mau berubah atau
tidak. Edi Kurniawan selaku teman sekantor diminta untuk melakukan pendekatan
kepada LGW secara intensif.
Kang
Aziz (SKMA Kadipaten) yang turut hadir pada diskusi malam itu, beliau siap
membantu dengan syarat bro LGW mau mengubah perilakunya.
Setelah
selesai diskusi acara dilanjutkan dengan acara bebas, karaoke sampai poge.
Keesokan
harinya setelah sarapan pagi, sesuai jadwal panitia yakni check out from the Maros Water Park. Namun demikian bagi
teman-teman yang masih ingin menikmati jappa-jappa
ri mangkasara (jalan-jalan di Makassar) panitia masih memfasilitasi
mobilitas teman-teman.
Beberapa
rombongan berkunjung ke Trans Studio Makassar, jalan-jalan di mall, dan
beberapa kawan lainnya menikmati kumpul bareng di Mess 18. Mess teman
seangkatan yang menjadi guru SMKK Negeri Makassar.
Hasil
absensi panitia temans sebelas yang bergabung dalam agenda temu kangen sebanyak
50 orang. Jika dihitung dengan anggota keluarga yang hadir jumlahnya mencapai
80 orang.
Rijalil
Fikri adalah peserta terakhir yang rela datang dari Mataram meskipun di hari
terakhir reuni berlangsung. Hanya beberapa teman yang beliau sempat temui,
mengingat sebagian besar teman lain telah pulang ke tempat tugas masing-masing.
Meskipun demikian si pemilik kantong ajaib ini tetap merasa senang bisa
berjumpa lagi kawan seperjuangan. Beliau tidak sempat datang lebih awal
mengingat ada acara rangkaian kedukaan yang pelaksanaannya bertepatan dengan
pelaksanaan reuni. Namun karena rindu yang tak terbendung sehingga beliau rela
merapat ke Makassar. Makasih bro Rijal atas kedatangannya.
Dan
pada akhirnya satu per satu teman-teman meninggalkan Kota Makassar. Safe flight temans sebelas. Makasih
atensinya, tanpa kehadiran kalian temu kangen ini tiada arti.
Sampaikan
salam buat keluarga di rumah. Terima kasih kepada istri-istri alumni yang
mengijinkan paytua (suami) bertemu
kange
n dengan angkatannya. Apa tah lagi bagi istri dan calon istri atau suami yang rela datang jauh-jauh menemani sang suami ataupun istri di lokasi reuni, kalian luar biasa.
Terima
kasih juga kami sampaikan kepada tim kecil selaku panitia yang rela
mnengorbankan tenaga, pikiran bahkan materi hingga terlaksana dan suksessnya
agenda bersama kita ini.
You are the best my brothers..see
u all on Lombok in 2020…
Salam SEBELAS..SEkumpulan Barisan pErsaudaraan seLAlu dan Selamanya
(Wahyu Rian 2016).
Dariku, oepick















